Rabu, 09 Juli 2025

AWAL MULA JEMAAT GKI ORA ET LABORA MAWESDAY

AWAL MULA JEMAAT GKI ORA ET LABORA  MAWESDAY


Pada tanggal 28 Februari tahun 1892 pertama kali Injil masuk di Kampung Mawes. Injil masuk di Kampung Mawes di bawah oleh seorang pengingjil yang bernama Andris Yakob Maitimu yang merupakan seorang pengingjil asal Tidore.

Sejak orang Mawes masih menempati pesesir pantai Mawes, sebutan nama Jemaat adalah Jemaat Paulus. Setelah adanya pembangunan gedung gereja baru yang dibangung oleh bapak Oskar Sangkaren, maka sebutan jemaat Paulus diganti oleh bapak Oskar Sangkaren menjadi Jemaat Oraet Labora.

Akibat dari adanya program pemerintah pusat yang disebut dengan trasmigrasi pada tahun 1996, sehingga terjadi perpindahan penduduk dari pinggiran pantai secara bertahap ke translokal dan sebagian penduduk tinggal di Tata Desa (Bina Desa). Tata Desa atau Bina Desa merupakan salah satu lokasi yang dibuka oleh PT Wapoga Mutiara Timber. Sebagian penduduk Mawes yang tinggal di Tata Desa adalah sebagian penduduk yang dipersiapkan untuk pindah ke Sosial (Kampug Mawesday).

Kemudian pada tahun 2001 dengan adanya program pemerintah Provinsi Papua, yang membuka Kampung Sosial bagi masyarakat lokal/penduduk asli di bagian timur penduduk trans lokal (Mawes Mukti). Penduduk Tata Desa/Bina Desa pindah ke Sosial (Mawesday) secara bertahap mulai pada tahun 2004-2010.

Pada tahun 2004, pemerintahan di Sosial sudah berjalan, dan sudah ada sekitar tujuh kepala keluarga yang tinggal di Sosial, dengan demikian sosial dijadikan sebuah Kampung dan diberi nama Kampung Mawesday.

Selanjutnya pada tanggal 08 Agustus tahun 2004, pemerintahan Kampung Mawesday di pimpin oleh Almarhum bapak Adam Dase. Almarhum bapak Adam dase bersama dengan beberapa orang tua yang pada waktu mempunyai tekat untuk membuat salah satu persekutuan Jemaat di Kampung Mawesday. Beberapa orang tua yang bertekat untuk membuat persekutuan di Kampung Mawesday bersama dengan pemerintah Kampung Mawesday diantaranya:

1.     Almarhum bapak Adam Dase (Kepala Kampung)

2.     Bapak Oskar Sangkaren (Ketua Bamuskam)

3.     Bapak Gr. Y. W Rumbrawer (Ketua Jemaat)

4.     Bapak Pnt. Adrian Simes (Sekertaris Jemaat)

5.     Bapak Saumel Daber (Tua Adat)

6.     Bapak Syamas. Bartoloma Soanom

Pemerintahan Kampung Mawesday yang dipimpin oleh Almarhum Bapak Adam Dase bersama dengan beberapa orang tua diatas  meminta agar nama Jemaat Oraet Labora digunakan oleh persekutuan Jemaat GKI yang ada di Kampung Mawesday. Dengan demikian pada tahun 2007 Jemaat GKI Oraet Labora ditetapkan menjadi salah Satu jemaat dan diberi nama Jemaat Oerat Labora Mawesday.

Dalam pengurusan administrasi Jemaat GKI Oerat Labora Mawesday, tidak mendapat pengesahan sebagai Jemaat defenitif atau jemaat yang sah. Kemudian Jemaat GKI Oraet Labora Mawesday menjadi Jemaat Defenitif atau jemaat yang sah ketika Klasis GKI Bonggo ditetapkan sebagai Bakal Klasis atau Klasis Defenitif.

Setelah Jemaat GKI Oraet Labora di tetapkan sebagai Jemaat Defenitif, maka pada tanggal 19 Agustus tahun 2007 pertama kali Pelayanan dibuka oleh bapak Markus Efake sebagai pelayan firman, bertempat di kediaman bapak Oskar Sangkaren. Sehiring berjalannya waktu, persekutuan Jemaat GKI Oraet Labora mengalami perpindahan tempat ibadah.

Perpindahan tempat ibadah dari kediaman bapak Oskar Sangkaren ke Gedung Sekolah SD YPK Oraet Labora Mawesday. Pelayanan di Gedung SD YPK Oraet Labora Mawesday, terdapat beberapa orang tua yang terlibat sebagai pelayan di Jemaat Oraet Labora pada waktu itu, diantaranya:

1.     Bapak Y.W Rumbrawer sebagai Ketua Jemaat

2.     Bapak Markus Efake sebagai Wakil Ketua Jemaat

3.     Bapak Adrian Simes sebagai Sekertaris Jemaat

4.     Bapak Saumel Daber sebagai Pelayan Firman

5.     Bapak Bartoloma Soanom sebagai Syamas

6.     Bapak Pnt. Yustus Konodi sebagai Pembantu

7.     Bapak Syamas. Tidorus Kaime sebagai Pembantu

Perkembangan pelayanan di Jemaat Oraet Labora Mawesday, yang bertempat di Gedung sekolah SD YPK  terus dijalankan oleh ketujuh pelayan diatas. Kemudian dalam persekutuan Jemaat GKI Oraet Labora di Gedung SD YPK mengalami tantangan yang disebabkan karena tempat duduk yang digunakan untuk ibadah, diambil dari ruang belajar siswa SD YPK, Sehingga persekutuan jemaat GKI Oraet Labora mengalami perpindahan lagi ke Gedung Balai Kampung Mawesday atas permintaan dari bapak Almarhum Adam Dase sebagai Kepala Kampung.

Setelah persekutuan Jemaat Oraet Labora pindah ke Gedung Balai Kampung Mawesday, pelayanan di Gedung Balai Kampung berjalan sampai tahun 2009.

Maka di tahun 2010 terbentuklah majelis baru sebagai pelayan di Jemaat GKI Oraet Labora Mawesday, yang bertempat di Gedung Balai Kampung Mawesday. Majelis baru yang dibentuk adalah sebagai berikut:

1.     Pdt. Ferdinanda Raru, S.Th sebagai pelayan firman

2.     Bpk. Y. W Rumbrawer sebagai Koordinator pelayan

3.     Bpk. Pnt. Adrian Simes Simes sebagai Sekertaris jemaat

4.     Bpk. Pnt. Hengky Sauyar sebagai pelayan firman

5.     Bpk. Pnt. Frits Singgum sebagai pelayan firman

6.     Bpk. Syamas. Musa Rumere sebagai bendahara jemaat

7.     Bpk. Syamas. Fredik Sirwa sebagai pelayan

8.     Ibu. Syamas. Bertih Konodi sebagai pelayan

9.     Ibu. Syamas Yulce Rorosian sebagai pelayan

10. Ibu. Syamas Salonika Sirwa sebagai pelayan

 

 

Setelah terbentuknya majelis baru pada tahun 2010, Ibadah Persekutuan jemaat Oraet Labora di Balai Kampung terus berjalan, sampai pada tahun 2013. Di tahun 1013, majelis baru berupaya melakukan kordinasi dengan warga jemaat dan pihak-pihak terkait untuk pembangunan Gedung Gereja swadaya, sehingga pembangunan Gedung Gereja Swadaya dilakukan mulai dari tahun 2013, sampai selesai pada tahun 2015.  

Kemudian di tahun 2015 perkembangan pelayanan di jemaat GKI Oraet Labora terus mengalami perubahan, anggota persekutuan Jemaat semakin bertambah dan sistem pelayanan berjalan baik. Selanjutnya di pertengahan tahun 2015, datanglah seoarang pendeta yang diutus oleh sinode untuk melayani di jemaat Oraet Labora. Pendeta tersebut bernama Willy Warikar, S.Th. Sehiring berjalanya waktu, pelayanan di jemaat Oraet Labora mengalami kemajuan, sehingga jemaat bertekad untuk membangun salah satu Gedung ibadah permanen.

Dengan tekad yang kuat, kerja sama yang baik, dan kekompakan di jemaat Oraet Labora Mawesday, jemaat membentuk salah satu panitia pembangunan Gedung Gereja Baru yang diketuai oleh bapak Yulens Rorosian. Panitia pembangunan yang dibentuk terus melakukan upaya dalam membangun Gedung Gereja Baru, dengan campur tangan pemerintah, jemaat GKI Oraet Labora dibagung sampai selesai.

Terakhir di tahun 2016, jemaat membentuk salah satu panitia untuk pentabisan Gedung Gereja Baru. Pembentukan pantia pentabisan yang diketuai oleh bapak Yusak Dase, melakukan berbagai upaya untuk pentabisan Gedung Gereja, dan pada akhirnya, tanggal 13 Oktober 2016, Gedung Gereja Baru Jemaat GKI Oraet Labora Mawesday, resmi ditabisan oleh sekertaris Sidode dan di hadiri oleh beberapa pejabat pemerintah Kabupaten Sarmi yang menghadiri undangan panitia.

 

 

                                            


AWAL MULA JEMAAT GKI ORA ET LABORA MAWESDAY

AWAL MULA JEMAAT GKI ORA ET LABORA   MAWESDAY Pada tanggal 28 Februari tahun 1892 pertama kali Injil masuk di Kampung Mawes. Injil mas...