AWAL MULA JEMAAT GKI ORA ET LABORA MAWESDAY
Pada tanggal 28 Februari tahun 1892
pertama kali Injil masuk di Kampung Mawes. Injil masuk di Kampung Mawes di
bawah oleh seorang pengingjil yang bernama Andris Yakob Maitimu yang merupakan
seorang pengingjil asal Tidore.
Sejak orang Mawes masih menempati
pesesir pantai Mawes, sebutan nama Jemaat adalah Jemaat Paulus. Setelah adanya
pembangunan gedung gereja baru yang dibangung oleh bapak Oskar Sangkaren, maka
sebutan jemaat Paulus diganti oleh bapak Oskar Sangkaren menjadi Jemaat Oraet
Labora.
Akibat dari adanya program pemerintah
pusat yang disebut dengan trasmigrasi pada tahun 1996, sehingga terjadi
perpindahan penduduk dari pinggiran pantai secara bertahap ke translokal dan
sebagian penduduk tinggal di Tata Desa (Bina Desa). Tata Desa atau Bina Desa
merupakan salah satu lokasi yang dibuka oleh PT Wapoga Mutiara Timber. Sebagian
penduduk Mawes yang tinggal di Tata Desa adalah sebagian penduduk yang
dipersiapkan untuk pindah ke Sosial (Kampug Mawesday).
Kemudian pada tahun 2001 dengan adanya
program pemerintah Provinsi Papua, yang membuka Kampung Sosial bagi masyarakat
lokal/penduduk asli di bagian timur penduduk trans lokal (Mawes Mukti).
Penduduk Tata Desa/Bina Desa pindah ke Sosial (Mawesday) secara bertahap mulai
pada tahun 2004-2010.
Pada tahun 2004, pemerintahan di Sosial
sudah berjalan, dan sudah ada sekitar tujuh kepala keluarga yang tinggal di
Sosial, dengan demikian sosial dijadikan sebuah Kampung dan diberi nama Kampung
Mawesday.
Selanjutnya pada tanggal 08 Agustus
tahun 2004, pemerintahan Kampung Mawesday di pimpin oleh Almarhum bapak Adam
Dase. Almarhum bapak Adam dase bersama dengan beberapa orang tua yang pada
waktu mempunyai tekat untuk membuat salah satu persekutuan Jemaat di Kampung
Mawesday. Beberapa orang tua yang bertekat untuk membuat persekutuan di Kampung
Mawesday bersama dengan pemerintah Kampung Mawesday diantaranya:
1.
Almarhum bapak Adam Dase (Kepala
Kampung)
2.
Bapak Oskar Sangkaren (Ketua Bamuskam)
3.
Bapak Gr. Y. W Rumbrawer (Ketua Jemaat)
4.
Bapak Pnt. Adrian Simes (Sekertaris
Jemaat)
5.
Bapak Saumel Daber (Tua Adat)
6.
Bapak Syamas. Bartoloma Soanom
Pemerintahan Kampung Mawesday yang
dipimpin oleh Almarhum Bapak Adam Dase bersama dengan beberapa orang tua
diatas meminta agar nama Jemaat Oraet
Labora digunakan oleh persekutuan Jemaat GKI yang ada di Kampung Mawesday.
Dengan demikian pada tahun 2007 Jemaat GKI Oraet Labora ditetapkan menjadi
salah Satu jemaat dan diberi nama Jemaat Oerat Labora Mawesday.
Dalam pengurusan administrasi Jemaat
GKI Oerat Labora Mawesday, tidak mendapat pengesahan sebagai Jemaat defenitif
atau jemaat yang sah. Kemudian Jemaat GKI Oraet Labora Mawesday menjadi Jemaat
Defenitif atau jemaat yang sah ketika Klasis GKI Bonggo ditetapkan sebagai
Bakal Klasis atau Klasis Defenitif.
Setelah Jemaat GKI Oraet Labora di
tetapkan sebagai Jemaat Defenitif, maka pada tanggal 19 Agustus tahun 2007
pertama kali Pelayanan dibuka oleh bapak Markus Efake sebagai pelayan firman, bertempat
di kediaman bapak Oskar Sangkaren. Sehiring berjalannya waktu, persekutuan
Jemaat GKI Oraet Labora mengalami perpindahan tempat ibadah.
Perpindahan tempat ibadah dari kediaman
bapak Oskar Sangkaren ke Gedung Sekolah SD YPK Oraet Labora Mawesday. Pelayanan
di Gedung SD YPK Oraet Labora Mawesday, terdapat beberapa orang tua yang
terlibat sebagai pelayan di Jemaat Oraet Labora pada waktu itu, diantaranya:
1.
Bapak Y.W Rumbrawer sebagai Ketua
Jemaat
2.
Bapak Markus Efake sebagai Wakil Ketua
Jemaat
3.
Bapak Adrian Simes sebagai Sekertaris
Jemaat
4.
Bapak Saumel Daber sebagai Pelayan
Firman
5.
Bapak Bartoloma Soanom sebagai Syamas
6.
Bapak Pnt. Yustus Konodi sebagai
Pembantu
7.
Bapak Syamas. Tidorus Kaime sebagai
Pembantu
Perkembangan pelayanan di Jemaat Oraet
Labora Mawesday, yang bertempat di Gedung sekolah SD
YPK terus dijalankan oleh ketujuh
pelayan diatas. Kemudian dalam persekutuan Jemaat GKI Oraet Labora di Gedung SD
YPK mengalami tantangan yang disebabkan karena tempat duduk yang digunakan
untuk ibadah, diambil dari ruang belajar siswa SD YPK, Sehingga persekutuan
jemaat GKI Oraet Labora mengalami perpindahan lagi ke Gedung Balai Kampung
Mawesday atas permintaan dari bapak Almarhum Adam Dase sebagai Kepala Kampung.
Setelah
persekutuan Jemaat Oraet Labora pindah ke Gedung Balai Kampung Mawesday,
pelayanan di Gedung Balai Kampung berjalan sampai tahun 2009.
Maka
di tahun 2010 terbentuklah majelis baru sebagai pelayan di Jemaat GKI Oraet
Labora Mawesday, yang bertempat di Gedung Balai Kampung Mawesday. Majelis baru
yang dibentuk adalah sebagai berikut:
1.
Pdt. Ferdinanda Raru, S.Th sebagai
pelayan firman
2.
Bpk. Y. W Rumbrawer sebagai Koordinator
pelayan
3.
Bpk. Pnt. Adrian Simes Simes sebagai
Sekertaris jemaat
4.
Bpk. Pnt. Hengky Sauyar sebagai pelayan
firman
5.
Bpk. Pnt. Frits Singgum sebagai pelayan
firman
6.
Bpk. Syamas. Musa Rumere sebagai
bendahara jemaat
7.
Bpk. Syamas. Fredik Sirwa sebagai
pelayan
8.
Ibu. Syamas. Bertih Konodi sebagai
pelayan
9.
Ibu. Syamas Yulce Rorosian sebagai
pelayan
10. Ibu.
Syamas Salonika Sirwa sebagai pelayan
Setelah
terbentuknya majelis baru pada tahun 2010, Ibadah Persekutuan jemaat Oraet
Labora di Balai Kampung terus berjalan, sampai pada tahun 2013. Di tahun 1013,
majelis baru berupaya melakukan kordinasi dengan warga jemaat dan pihak-pihak
terkait untuk pembangunan Gedung Gereja swadaya, sehingga pembangunan Gedung
Gereja Swadaya dilakukan mulai dari tahun 2013, sampai selesai pada tahun 2015.
Kemudian
di tahun 2015 perkembangan pelayanan di jemaat GKI Oraet Labora terus mengalami
perubahan, anggota persekutuan Jemaat semakin bertambah dan sistem pelayanan
berjalan baik. Selanjutnya di pertengahan tahun 2015, datanglah seoarang
pendeta yang diutus oleh sinode untuk melayani di jemaat Oraet Labora. Pendeta
tersebut bernama Willy Warikar, S.Th. Sehiring berjalanya waktu,
pelayanan di jemaat Oraet Labora mengalami kemajuan, sehingga jemaat bertekad
untuk membangun salah satu Gedung ibadah permanen.
Dengan
tekad yang kuat, kerja sama yang baik, dan kekompakan di jemaat Oraet Labora
Mawesday, jemaat membentuk salah satu panitia pembangunan Gedung Gereja Baru
yang diketuai oleh bapak Yulens Rorosian. Panitia pembangunan yang dibentuk
terus melakukan upaya dalam membangun Gedung Gereja Baru, dengan campur tangan
pemerintah, jemaat GKI Oraet Labora dibagung sampai selesai.
Terakhir
di tahun 2016, jemaat membentuk salah satu panitia untuk pentabisan Gedung
Gereja Baru. Pembentukan pantia pentabisan yang diketuai oleh bapak Yusak Dase,
melakukan berbagai upaya untuk pentabisan Gedung Gereja, dan pada akhirnya,
tanggal 13 Oktober 2016, Gedung Gereja Baru Jemaat GKI Oraet Labora Mawesday,
resmi ditabisan oleh sekertaris Sidode dan di hadiri oleh beberapa pejabat
pemerintah Kabupaten Sarmi yang menghadiri undangan panitia.